Rakyat Surabaya semakin resah. Kedatangan tentara Sekutu yang menggantikan Jepang rupanya tidak membawa perubahan. Setiap hari, Musa, si bocah penyemir sepatu, menyaksikan perjuangan rakyat Surabaya. Sangat jelas, rakyat sudah tak mau lagi menderita. Begitu pula dengan Musa, perang telah membuatnya harus kehilangan orang-orang yang ia sayangi. Bersama Yumna sahabatnya, Musa bergabung dengan las…