/home/dift7783/public_html/devperpus.difagroup.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 1110" ]
Bind Value ⚒️: []
Disusun seperti adegan-adegan pertunjukan wayang orang, Tirai Menurun menyuguhkan babak demi babak kehidupan empat tokohnya: Kedasih, Kintel, Sumirat, dan Wardoyo. Pemaparan dimulai ketika Republik Indonesia Serikat baru kembali menjadi negara kesatuan. Arus pendatang memasuki semarang dari segala penjuru. Berasal dari empat desa, tokoh-tokoh kisah ini bertemu dikota. Pada siang hari mereka hid…
Benarlah seperti yang kukhawatirkan. Bayangan akan menjadi turis menikmati perjalanan ke Yunani nyaris meleset.
Bagiku, kemanusiaan tidak dibatasi oleh kebangsaan ataupun negeri. Dengan memandang ke depan, hubungan antar manusia sedunia akan sedemikian luas sehingga batasan-batasan kewarganegaraan semakin memudar. Justru akan menandakan kepicikan bagi yang menganut atau berkeras kepala mengukuhinya. Paspor hanyalah kertas, namun masih diperlukan untuk administrasi. Kecintaanku pada tanah air lebih mengak…
Pancasila democracy does not imply coercive spirit of one side – whether strong or weak – against the other, Pancasila democracy is imbued with the awareness of self-restraint, the awareness of willing to sacrifice its interest for the sake of serving greater interest, namely the national interest and the interest of the common people.
The Indonesian nationalism was born and went through a process reaching its maturity in this archipelago long before the independence was proclaimed. The process of the birth of the nationalism had started since our founding fathers formed a political community, which vehemently denied the presence of other nations colonising the Indonesian people and territory.
Our nation is in a period of transition. It is a transition towards realising a more stable, prosperous and democratic new Indonesia without neglecting its value system, ideals and national identity. We are learning from many other countries which are experiencing transitional periods. A period like this is indeed filled with sensitive and critical problems, which often can result in a setback …
There are several primary elements that make a nation strong. Or on the contrary, that make nations weak and divided. Among the most important elements are the spirit of nationalism, unity and a sense of togetherness. We have to draw valuable lessons from the experiences of other nations and, furthermore, our own experience from the Independence Proclamation until today.
Pada saat kita memperingati 51 tahun Indonesia Merdeka, dengan keutuhan bangsa yang bertambah kukuh, dengan segala hasil Pembangunan yang kita nikmati sebagai bangsa, maka rasa Syukur yang tidak terhingga itulah yang kita tujukan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Lebih-lebih, bila kita lihat ke berbagai penjuru dunia, dengan rasa prihatin kita menyaksikan ba…
buku ini membahas tentang sejarah dan juga memberikan panduan untuk menyelenggarakan hari kebangkitan nasional di tahun 1886
buku ini berisikan pembahasan tentang hak asasi manusia di indonesia