Aku tidak terlihat tetapi kalian bisa merasakan kehadiranku. Coba tebak siapa aku? Aku yang menggerakan layar kapal, menerbangkan layang-layang juga menggerakkan baling-baling mainan kalian. Ya! Benar sekali. Aku angin! Yuk, cari tahu tentang angin lebih jauh di buku ini. Kalian bisa belajar banyak hal tentang angin, juga bereksperimen seru.
Buku ini mengajarkan kepada anak-anak untuk mengenal Allah atas karunia yang telah diberikanNya kepada kita berupa anggota tubuh yang dimiliki. Anak diajak untuk bersyukur atas karunia Allah tersebut. Dalam buku ini sambil bercerita, anak-anak juga dikenalkan dengan ayat-ayat Allah yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.
Buku anak-anak mengenal binatang di malam hari dengan cara yang menarik anak-anak, dengan belajar sambil bermain mengunakan senter ajaib. Adanya senter berguna untuk menfokuskan ke bagian yang dimaksud. Sehingga membantu anak lebih mudah mengingatnya, karena menarikdan mudah dimengerti.
Buku Ini Meneceritakan Si Kucing Kecil Musti yang Memiliki Anak Ayam yang Cantik
Buku ini mengajak anak berpikir, mengetahui fakta tentang hewan, mengenal huruf, mengenal warna, mengenal kata, mengenal Lawan kata, mengenal ukuran dan meningkatkan daya imajinasi anak dengan visualisasi yang sangat menarik.
Buku Ini Menceritakan Kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ayub, Nabi Zulkifli, Nabi Ilyasa, Nabi Muhammad
Buku ini menceritakan kisah Nabi Hud, Nabi Luth, Nabi Daud, Nabi Saleh, Nabi Syuaib
Pidato P.J.M Presiden Sukarno pada upacara pemberian gelar doktor kehormatan oleh Universitas Hasanudin di Makassar dalam ilmu hukum dan pengetahuan masyarkat, khusus di bidang ilmu politik hubungan antar-negara oleh universitas hasanuddin di makassar pada tanggal 29 april 1963
Konferensi Pers PD Presiden Republik Indonesia dengan Wartawan Dalam dan Luar Negeri. Buku ini membahas mengenai pokok-pook kebijaksanaan kabinet ampera setelah sidang istimewa mprs tahun 1967, diselenggaran pada tanggal 8 april 1967 di istana negara jakarta
Tenaga Gadungan Lebih Berbahaya daripada Imperialis: amanat Presiden Sukarno pada Rapat Raksasa Ulang Tahun Ke-45 PKI di stadion utama gelora bung karno pada tanggal 23 mei 1965