Text
Komunikasi Multikultural
Perbedaan latar belakang budaya partisipan komunikasi merupakan keadaan yang sangat peka bagi munculnya kesalahpahaman dan konflik sehingga komunikasi tidak berlangsung secara optimal. Hasil komunikasi yang diperoleh darinya pun tidak tidak seperti yang diharapkan, bahkan tidak jangan justru menumbuhkan benih-benih konflik di kemudian hari yang melahirkan ketidakharmonisan dan kekerasan. Hal ini disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa komunikasi multikultur sering kali disertai oleh persepsi negatif para partisipan komunikasi, baik yang dipengaruhi oleh faktor stereotipe dan etnosentrisme yang sudah merasuk dalam mental partisipan sejak masih kanak-kanak maupun pengaruh oleh sentimen-sentimen etnis, rasial, agama, golongan dan sentimen sosial lainnya seperti ketimpangan tingkat sosial ekonomi.
Dalam buku ini pembaca akan menemukan cara-cara berkomunikasi secara harmonis untuk mengoptimalkan hasil komunikasi dan mengatasi beberapa hambatan budaya dalam berkomunikasi. Cara-cara tersebut antara lain: pertama, upaya memahami kultur pihak-pihak yang akan diajak berkomunikasi oleh partisipan dengan jalan proximity, yakni partisipan melalukan pembicaraan dengan materi yang sudah diketahui secara baik oleh masing-masing pihak dalam komunikasi. Kedua, familiarity, yakni mengedepankan unsur kesederajatan, keterbukaan dan saling menghormati sebagai sesama. Ketiga, similiarity, yakni membicarakan hal-hal yang tidak menimbulkan konflik dan kesalahpahaman.
Tidak tersedia versi lain