Text
Media Sosial : agama baru masyarakat milenial
Media sosial telah tumbuh dan sangat menentukan sikap dan perilaku masyarakat milenial. Bahkan, dijelaskan Nurudin, ia berkembang atau sengaja dikembangkan seolah sebagai agama. Karenanya, masyarakat cenderung mengaca pada media sosial, layaknya ajaran agama itu. “Padahal sebagian pesan media sosial perlu diyakini sebagai sebuah kebohongan yang dilegalkan,” kata dosen program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Kamis (17/1).
Tentu saja, sambung Nurudin, dampak carut-marut pesan media sosial tidak hanya Hoaks dimana-mana, tetapi juga suasana saling membenci, mencaci, dan menghujat antar sesama. “Melihat perkembanganya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” ungkap pria berkumis yang menerbitkan belasan buku ini.
Buku Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial mengeksplorasi mengapa itu terjadi, bagaimana dampaknya dan apa yang harus dilakukan agar media sosial tidak dijadikan kambing hitam semua sebab. Buku yang ditulis berdasar penelitian dan tulisan-tulisannya di media massa ini merekam jejak pasang surut pengguna media sosial dan dampaknya di masyarakat serta solusi yang harus dilakukan.
Tidak tersedia versi lain