Text
Menuju titik balik: esai-esai tentang teologi & sastra
Dengan esai-esai, sekali lagi tentang sastra dan teoogi bukan esai-esai sastra dan teologi), dalam buku ini, amat cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa Allah yang melampaui ruang dan waktu, Allah yang maha transenden dan tremendum, yang menjadi asal dan tujuan manusia, bisa pula dilukiskan sebagai Allah yang imanen, yang mempesona, yang hadir seperti seorang kekasih yang tak pernah abai dalam perjumpaan dengan manusia, yang berjalan bersama dengan manusia. Dengan dan dalam teologi, Allah adalah perkara yang amat serius bagi manusia, tetapi dengan dan dalam sastra, Allah adalah sumber air yang tak unjung mengering, padanya manusia meneguk kasihNya yang terus mengalir.
Budi Kleden, melalui buku ini, seolah sedang menarik perkara Allah dari traktat kuliah yang amat berat dan menaruhnya dalam sebaris dari bait puisi yang sangat indah. Dalam buku ini, kita bisa menemukan bahwa Allah tak hanya ada sebagai asal dan tujuan hidup manusia, tetapi Dia jugalah yang selalu menghadirkan kerinduan kita kepadaNya tak bertepi, yang membuat kita mau tak mau memilih pulang selalu kepadaNya, menuju TITIK BALIK.
Tidak tersedia versi lain