Text
Organizational Listening: The Missing Essential in Public Communication
Organisasi, yang merupakan pusat dari masyarakat industri dan pasca-industri kontemporer, termasuk departemen dan lembaga pemerintah, perusahaan, dan lembaga swadaya masyarakat, mengaku menginginkan dan mempraktikkan komunikasi dua arah, dialog, dan keterlibatan dengan warga negara, pelanggan, karyawan, serta pemangku kepentingan dan publik lainnya. Namun, apakah mereka melakukannya?
Suara - berbicara - diakui sebagai hal yang mendasar bagi demokrasi, perwakilan, dan kesetaraan sosial. Namun, bagaimana jika pemerintah, perusahaan, institusi, dan LSM tidak mendengarkan? Buku ini melaporkan temuan-temuan dari penelitian selama dua tahun di tiga benua yang menunjukkan bahwa organisasi sektor publik dan swasta mencurahkan sumber daya yang substansial dan terkadang masif untuk membangun 'arsitektur berbicara' melalui iklan, humas, dan praktik-praktik komunikasi publik lainnya, tetapi tidak mendengarkan dengan baik, secara sporadis, atau bahkan tidak mendengarkan sama sekali.
Selain mengidentifikasi 'krisis mendengarkan' dalam masyarakat modern, penelitian penting ini mengusulkan dan menjelaskan bagaimana organisasi perlu menciptakan arsitektur mendengarkan untuk mendapatkan kembali kepercayaan dan melibatkan kembali orang-orang yang suaranya tidak didengar atau diabaikan. Penelitian ini menyajikan kasus yang menarik untuk menunjukkan bahwa perhatian yang mendesak pada kemampuan mendengarkan organisasi sangat penting untuk menjaga demokrasi yang sehat, legitimasi organisasi, keberlanjutan bisnis, dan kesetaraan sosial. Penelitian ini merupakan bacaan penting bagi semua akademisi, mahasiswa, dan praktisi yang terlibat dalam bidang politik; pemerintahan, perusahaan, pemasaran, dan komunikasi organisasi.
Tidak tersedia versi lain