Text
Indonesia's Failure in Papua: The Role of Elites in Designing, Implementing and Undermining Special Autonomy
Chairullah menyelidiki bagaimana kepentingan politik, sosial, dan ekonomi para elit nasional dan lokal dinegosiasikan dalam perumusan dan tahap awal Otonomi Khusus di Provinsi Papua, Indonesia.
Kasus Papua memberikan dukungan pada konsepsi teori elit saat ini, yang mempertimbangkan pengaruh aktor dan dinamika di luar elit kekuasaan dalam proses pengambilan keputusan. Kegagalan implementasi kebijakan sebagai strategi pengurangan konflik dalam kasus Papua dapat dikaitkan dengan dinamika konfigurasi elit selama tahap negosiasi dan implementasi awal. Chairullah menyajikan dua temuan baru yang signifikan untuk penelitian tentang Otonomi Khusus Papua. Pertama, negosiasi rahasia diadakan antara elit Papua dan elit nasional selama masa kepresidenan Abdurrahman Wahid, dan hal ini sangat penting dalam mengurangi sentimen separatisme di Papua. Kedua, bahwa Amerika Serikat, melalui Freeport McMoRan, sangat mempengaruhi proses negosiasi Otonomi Khusus. Tindakan para elit nasional di Jakarta menyebabkan kekecewaan yang meluas terhadap kebijakan tersebut di semua tingkatan di Papua dan eskalasi sentimen separatisme yang didasarkan pada identitas etnis Papua.
Sebuah buku yang penting bagi para akademisi politik dan masyarakat Indonesia, dan khususnya mereka yang memiliki minat khusus terhadap konflik Papua.
Tidak tersedia versi lain