Text
Menuju Masyarakat Anti Korupsi Perspektif Kristiani
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme adalah kata-kata yang tidak asing bagi telinga kita. Setiap hari kita mendengarnya, setiap hari kita melihat berita tentang orang-orang yang di-praduga bersalaha-kan, yang divonis dan dijatuhi hukuman karena melakukan korupsi telah menggerogoti hampir seluruh aspek kehidupan berbangsa baik secara apokrif maupun terang-terangan. Kurupsi telah dilakukan dalam berbagai bentuk, uang, jabatan, waktu. Akibatnya ketidakjujuran, ketidakdisiplinan, kebohongan terjadi di mana-mana baik oleh aparat, birokrasi pemerintahan dan dewan perwakilan rakyat, maupun masyarakat pada umumnya.
Dari waktu ke waktu kita senantiasa berharap agar korupsi, kolusi, dan nepotisme makin hari makin terkikis. Kita berharap dari waktu ke waktu koruptor ditangkap dan diadili serta bersedia mengembalikan uang negara yang telah dicurinya. Di atas semuanya, sebagai orang beriman kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu untuk berubah atau bertobat sebelum dipangkas (ditangkap, divonis) atau dipotong (dipenjarakan dan dikutuk masyarakat). Kita mungkin tidak perlu emosional kalau hasil yang kita harapkan agar negara ini bersih dari KKN segera terwujud. Kita bersyukur bahwa Tuhan saja begitu sabar menanti kita berubah, mengapa kita tidak sabar menanti para koruptor bertobat? Kita tidak perlu lama-lama menanti mereka bertobat, tetapi marilah kita memulai dengan diri kita sendiri untuk bertobat dan berubah. Kita mulai memerangi korupsi dari diri kita sendiri.
Tidak tersedia versi lain