Text
Tarian Canting
Seorang penari berlenggok di atas panggung. Tak ada penonton, tak ada gema musik, tak ada gemuruh tepuk tangan. Dia menari begitu eloknya seorang diri. Awalnya, kesendirian itu adalah satu-satunya hal yang aneh di mataku, sampai saat rambut panjangnya terurai... lalu bajunya memudar termakan usia. Dan yang paling mengerikan adalah saat darah bercucuran dari kedua kaki hingga menembus kain batik yang dipakainya. Canting namanya, seorang perempuan yang pernah menjadi penari hebat. Hidupnya gemilang, tapi berakhir malang. Yang bisa dilakukannya kini hanyalah menari sendiri di gedung kosong. "Hanya dengan menari, saya bisa mengingat hal-hal baik dalam hidup," begitu ungkapnya. Kali ini akan kuceritakan bagaimana kisahmu, Canting. "Oh Canting, menari dengan rapuh, di atas kain kelabu. Tertulis dengan jenuh melebur kisah pilu...."
Tidak tersedia versi lain