Electronic Resource
Panca Warsa Himpunan Kerukunan Tani Indonesia: HKTI harus tumbuh dan berkembang untuk kepentingan kaum tani guna membangun dan menggeraakan usaha pertanian
Indonesia adalah negara agraris dan ± 70% penduduknya terdiri dari para petani yang hidup didaerah pedesaan. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang dilakukan secara bertahap melalui Repelita-Repelita, maka prioritas pembangunan selalu diletakkan pada pem- bangunan ekonomi dengan titik berat pembangunan di- sektor pertanian. Jadi sektor pertanian jelas merupakan titik berat pem- bangunan baik dalam Repelita I, maupun dalam Repelita II dengan sasaran-sasaran antara lain, untuk meningkatkan produksi pangan, meningkatkan eksport, meningkatkau peng- hasilan pertanian dan memungkinkan adanya dukungan yang kuat terhadap pembangunan industri. Dengan demikian kaum tani merupakan salah satu subyek pembangunan yang vital dalam rangka pelaksanaan pem- bangunan itu. Oleh karena pembangunan ekonomi itu dititik berat- kan pada sektor pertanian, maka semua usaha pembangunan juga diutamakan untuk meningkatkan kepentingan rakyat banyak yang sebagian besar terdiri dari kaum tani, se- hingga kaum Tanilah yang perlu menjadi peserta, pen- dukung dalam pembanguan disektor pertanian itu. Dengan demikian HKTI sebagai organisasi profesi akan menjalankan fungsinya sebagai wahana dari seluruh potensi kaum tani untuk menyatakan sikap, tekad dan gerak dalam meningkatkan harkat dan martabat kehidupan kaum Tani melalui pembangunan pertanian. Semoga usaha dan kegiatan HKTI itu bermanfaat bagi peningkatan hidup para petani khususnya dan rakyat Indo- nesia pada umumnya. Dalam penerbitan ini kami sajikan berbagai usaha yang telah dilakukan oleh HKTI dalam rangka menunjang sukses- nya pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian, sebagaimana harapan yang dikemukakan Presiden, ketika menyaksikan Pentas Karya Panca Warsa HKTI tanggal 13 Juni 1978.
Tidak tersedia versi lain