Text
Populisme Islam di Indonesia dan Bagaimana Media Memberitakannya
Di Indonesia, agensi politik lebih leluasa menggunakan suasana politik demokratis yang memungkinkan mereka melakukan tindakan populisme Islam atau politik identitas untuk memenuhi hasrat berkuasa kelompok mereka. Kelompok-kelompok populis justru memanfaatkan demokrasi untuk melancarkan politik identitas atau populisme agama.
Karena demokrasi memberi ruang kepada kelompok, termasuk kaum populis, untuk menonjolkan identitas mereka, agensi politik hendaknya bisa mengelola politik identitas atau populisme agar politik identitas dan populisme itu tidak menciptakan polarisasi sosial.
Agensi populisme Islam tentu mencoba menarik perhatian agensi media untuk memberitakannya. Di sisi lain, agensi media tentu saja memberitakan peristiwa politik Pilkada DKI 2017 dengan populisme Islam-nya.
******
Buku ini memaparkan riset menyeluruh mengenai pemberitaan populisme Islam di Pilkada DKI yang menghasilkan tiga kategori media, yakni media anti populisme Islam, media pro populisme Islam, dan media pragmatis terhadap populisme Islam. Perbedaan langgam pemberitaan semacam ini dimungkinkan karena adanya kebebasan pers di era Reformasi yang lebih demokratis; bila tidak ada kebebasan pers mungkin yang terjadi ialah keseragaman, bukan perbedaan dan keragaman pemberitaan.
Populisme Islam di Indonesia dan Bagaimana Media Memberitakannya adalah sebuah buku yang menganalisis secara mendalam fenomena populisme Islam di Indonesia, khususnya dalam konteks pemberitaan media. Buku ini berusaha mengungkap bagaimana media massa berperan dalam membentuk persepsi publik terhadap isu-isu keagamaan yang seringkali dipolitisasi.
Tidak tersedia versi lain