Buku ini berawal dari kematian Jan Djong, seorang aktivis dan mantan kepala desa dekat koca kecil Maumere. Selanjunya ia memandang perdebatan masa kini tentang kewargaan di dunia pascakolonial dari perspektif sejarah. Kewargaan pernah disebut "prinsip dasar organisasi hubungan antara negara dengan masyarakat di negara-negara modern." Kini, proses demokratisasi bersifat lebih intensif di duni…
Na Willa duduk sendiri di sekolah, membaca Wiro, sementara anak lain asyik bermain.l Kini ia di Jakarta, jauh dari rumah di dalam gang, jauh dari teman masa kecilnya, dan hari-harinya dimulai dengan murung. Hingga suatu kali Na Willa berjumpa dengan anak yang menghitung jumlah kaki kursi, anjing kecil yang bisa berubah warna, bibi yang bicara dalam bahasa yang tak ia pahami, paman yang memba…
Si kecil Na Willa tinggal di sebuah gang di Surabaya, di rumah dengan pohon cemara di depanya. Ia menghabiskan hari dengan berlari mengejar kereta bersama Dul (walau ia selalu tertinggal), pergi ke pasar bersama Mak, melewati bapak penjual anak ayam kuning, atau memikirkan bagaimana orang bisa nyanyi-nyanyi dalam radio. Buku ini berisi catatan-catatan Na Willa tentang dunia yang dilihat dari…
Hari-hari Na Willa masih dipenuhi kegembiraan: bermain-main bersama teman-teman kecilnya, membaca buku-buku baru dari Bu Juwita, atau menyanyi di RRI. Apalagi Pak kini juga mengis hari-harinya. Pak mengantar Na Willa ke sekolah dan membelikan es krim (tanpa bilang-bilang Mak), atau mengajarinya ketak-ketik di kantor, atau bersama-sama menggambari dinding rumah (barangkali hanya rumah Na Willa y…
Buku ini memberikan wawasan tentang watak korupsi dalam birokrasi patrimonial. Di sini kita diajak menjelajah bagaimana publik menganggap koriupsi sebagai hal yang wajar, par excellence dan harus diterima secara legowo dan rendah hati. di bagian lain kita diajak menelusuri sejarah korupsi hingga adanya negara birokrasi patrimonial yang di dalamnya muncul alat negara yang membiakkan korupsi. Bu…
Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain? Kekhawatiran, juga kecemasan yang sejatinya mungkin tidak pernah ada. Dulu, sekarang, hingga kapan pun, dia adalah kakakku. Tentang seorang kakak yang mengorbankan apapun agar adik-adiknya bisa sekolah. Tentang rasa sabar dan penerimaan. Tentang keluarga yang penuh perjuangan.…
Kisah Negeri Di Ujung Tanduk ini merupakan lanjutan dari perjalanan Thomas dan teman-temannya dalam memperjuangkan kebenaran. Dengan setting waktu setahun setelah peristiwa Om Liem, Thomas kembali menjalankan kehidupannya di negeri yang berada pada tanduk demokrasi. Cerita bermula pada suatu klub petarung yang kali ini diadakan di Makau. Para anggota klub melakukan duel seru yang dihadiri se…
Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas…
Bila engkau menganggap Allah itu ada hanya karena engkau merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali kalu dia menyulitkan kita. Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikatnya.