Dengan esai-esai, sekali lagi tentang sastra dan teoogi bukan esai-esai sastra dan teologi), dalam buku ini, amat cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa Allah yang melampaui ruang dan waktu, Allah yang maha transenden dan tremendum, yang menjadi asal dan tujuan manusia, bisa pula dilukiskan sebagai Allah yang imanen, yang mempesona, yang hadir seperti seorang kekasih yang tak pernah abai dalam …