When Margaret Ives, the famously reclusive heiress, invites eternal optimist Alice Scott to the balmy Little Crescent Island, Alice knows this is it: her big break. And even more rare: a chance to impress her family with a Serious Publication. The catch? Pulitzer-prize winning human thundercloud, Hayden Anderson, is sure of the same thing. The proposal? A one-month trial period to unearth…
Perang Jawa sudah hampir rampung ketika Raden Saleh kecil dikirim ke Belanda setelah pejabat kolonial mengendus bakat melukisnya. Di sana, Raden Saleh tumbuh besar di antara, dan menjadi salah satu, maestro kanvas era Romantik di Eropa. Seabad setelahnya, sang Maestro terus hadir di dalam kepala sebangsanya. Adalah Syamsudin, arsitek bumiputra, yang menularkan ketakjubannya terhadap lukisan …
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua …
“Kamu tahu kirmizi itu adalah merah kotor, tapi kamu dapat menyaksikan mukjizat melalui orang lain yang memberimu cinta, yang mengingatkan kamu betap besar cinta itu dapat mengubahnya menjadi bersih seputih salju.” Dengan latar belakang masa Orde Baru dan awal reformasi, novel ini menggambarkan secara telanjang lika-liku seorang pengusaha memanfaatkan oknum aparat keamanan dan para bandi…
Pada tahun 1859 Eduard Douwes Dekker, seorang pegawai pemerintah yang kecewa di Hindia Belanda, menulis buku dengan nama samaran "Multatuli". Buku ini berjudul "Max Havelaar atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda". Isinya adalah kritik tentang kesewenang-wenangan pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Belanda. Buku tersebut merupakan bingkai dari berbagai jalinan kisah cerita. Mulainya …