/home/dift7783/public_html/devperpus.difagroup.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 340" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "8%" ]
Semua Golongan Diminta agar Tenang -- Jangan Membakar Satu Sama Lain: Amanat Presiden Sukarno pada Pembukaan Rapat Paripurna Kabinet Dwikora. amanat presiden Sukarno pada pembukaan sidang paripurna kabinet dwikora pada tanggal 6 November 1965 di Istana Bogor
Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan Kongres ke-XII Partai Nasional Indonesia pada tanggal 11 april 1970 di Semarang
Keterangan Pemerintah Mengenai Keadaan Ekonomi dimuka Sidang DPR-GR di Jakarta 29 Januari 1968
Terjemahan amanat Presiden Sukarno yang diucapkan dalam bahasa Inggris pada pembukaan Pertemuan Setiakawan Internasional Mahasiswa untuk Pembebasan Irian
Amanat Presiden Sukarno pada rapat raksasa peringatan ulangtahun pertama Trikora di Surabaya, tanggal 19 Desember 1963
Amanat P.J.M Presiden Soekarno kepada Rakyat Indonesia Tentang Sensus-pertanian
Amanat P.J.M Presiden Sukarno, Diucapkan pada resepsi-pembukaan Kongres P.N.I. ke-X tanggal 28 Agustus 1963, jam 20.08 di gedung Issola Purwokerto
Diucapkan pada pembukaan musyawarah besar angkatan 45 seluruh Indonesia, tanggal 15 Maret 1960
Amanat Negara pada Pembukaan Sidang DPR-GR Diucapkan oleh Presiden Sukarno tanggal 16 Agustus 1960
Seorang penari berlenggok di atas panggung. Tak ada penonton, tak ada gema musik, tak ada gemuruh tepuk tangan. Dia menari begitu eloknya seorang diri. Awalnya, kesendirian itu adalah satu-satunya hal yang aneh di mataku, sampai saat rambut panjangnya terurai... lalu bajunya memudar termakan usia. Dan yang paling mengerikan adalah saat darah bercucuran dari kedua kaki hingga menembus kain batik…